Selamat jalan. Rentang terbentang. Masyrik dan maghrib adalah jauh jarak yang kelak akan kau (juga aku) lewati demi mencari-Nya. Demi menjadi dekat. Dan kita melayang dari jauh permukaan. Dunia tertinggal. Perjalanan akan segera bermula.
Perjalanan ini tak perlu jauh ke Mekkah. Tak perlu meratap pada tembok Yerusalem. Tak perlu melepas raga di Gangga.
Perjalanan spiritual membentang dari kening ketika tegap bertakbir hingga merunduk, merendah, dan sujud mencium tanah. Perjalanan spiritual adalah pencarian makna pada labirin ayat-ayat suci. Perjalanan spiritual menempuh jauh ke dalam diri.
Semoga ada sesuatu pada sela-sela untaian bulir tasbih yang bergulir. Semoga Ia menemukan kita di belantara hijaiah yang terbaca, hingga kita pun menemuinya. Semoga kita mendidih hingga derajat yang telah Tuhan janjikan pada Sapi Betina 183.
Jika telah berhasil jauh tertempuh, kita tak akan pernah tau, mungkin kita nanti tak lagi bisa menemukan jalan menuju rumah. Waktu takkan pernah terhenti, tapi kita pasti. Akan berhenti.
Selamat. Selamat menjadi manusia yang lebih bersahaja. Selamat menjadi hamba yang tak hanya serakah berdoa untuk dirinya sendiri.
Ramadan, 2010.